Rabu, 11 April 2012

TERAPI UNTUK MENGHILANGKAN MARAH DALAM HATI


 
1.      Memaafkan
            Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji dan apabila marah, mereka member maaf.” (Asy-Syura [42]: 37)
2.      Menahan amarah
            Allah berfiman :
“Orang-orang yang berinfaq dalam keadaan lapang atau sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Ali’Imran [3] : 134)
3.     Aisyah berkata, “Rasulullah saw, tidak pernah dendam karena dirinya sendiri, kecuali bila kehormatan Allah dinodai, maka dendam beliau karena Allah”. (Mutafaq’alaih)
Nabi saw, bersabda:
“Barang siapa menahan marah sedangkan ia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di depan semua makhluk pada hari kiamat dan disuruh memilih bidadari yang disukainya.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud Al-Albani menyebutkan dalam Al-Misykat hadist ini hasan).
4.      Mengendalikan Diri
            Nabi saw, bersabda :
“Orang yang kuat itu bukan orang yang menang gulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah.” (Mutafaq’alaih)
5.      Seorang lelaki datang kepada Nabi saw, lalu berkata, “Nasihatilah aku tapi jangan banyak-banyak biar mudah kuingat!” Rasulullah saw. Bersabda : “jangan marah”. (HR. Bukhari)
6.      Membaca Ta’awudz
Sulaiman bin Shurad berkata, “ada dua orang yang slaing mencela didekat Nabi saw., ketika itu kami duduk bersama beliau, seorang diantranya mencela dan marah kepada yang lain dengan muka yang merah. Nabi saw. Bersabda, ‘aku mengetahui sebuah kalimat yang bila ia membacanya kemarahannya akan hilang, yaitu :
                        “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Seorang sahabat berkata kepada orang yang sedang marah, tidakkah kau dengar sabda Nabi saw.? Jawab orang itu,’Aku tidak gila’. (Mutafaq’alaih)
7.      Ibnu ‘Abas ra. Meriwayatkan tafsir firman Allah : “Tolaklah (kejahatan) dengan cara baik, maka orang yang diantaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang setia”. (Fushshilat [41] : 34). Ia berkata, “Bersabar ketika marah dan memaafkan kejahatan orang lain, jika itu dilaksanakan, Allah akan melindunginya, musuhnya akan ditundukkan seolah-olah dia teman yang setia”. (Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’alaq)
8.      Duduk atau Berbaring
“Jika salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia berdiri, hendaklah segera duduk, bila hal itu meredam kemarahannya. Bila tidak, hendaklah ia berbaring. (HR. Abu Daud, shahih lihat dalam sahihul Jami’).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar